Pengaruh Revolusi 4.0 Terhadap Cara Mengajar Guru

           Revolusi Industri 4.0 adalah  sebuah kondisi pada abad ke-21 ketika terjadi perubahan besar-besaran di berbagai bidang lewat perpaduan teknologi yang mengurangi sekat-sekat antara dunia fisik, digital dan biologi. Sebagaimana revolusi terdahulu, revolusi industri  ke empat berpotensi meningkatkan kualitas hidup maasyarakat di seluruh dunia. Namun, kemajuan di bidang otomatis dan kecerdasan buatan telah menimbulkan kekhawatiran bahwa mesin-mesin suatu hari akan mengambil alih pekerjaan manusia. Selain itu, revolusi-revolusi sebelumnya masih dapat menggantikan pekerjaan yang diambil alih oleh mesin, sementara kali ini kemajuan kecerdasan buatan dan otomatisasi dapat menggantikan  tenaga kerja manusia secara keseluruhan .

            Di era revolusi industri 4.0 terdapat dampak negatif dan dampak positif terhadap dunia pendidikan. Yang termasuk  ke dalam dampak negatif yaitu seperti kecanduan internet dan cyberbullying, seperti yang kita ketahui bahwa  zaman sekarang anak dibawah umur saja sudah bisa memainkan gadget karena sudah kecanduan dengan internet seperti menonton video video kartun di YouTobe dan pada zaman ini pula cyberbullying sedang marak sekali entah itu di sekolah ataupun di sosial media internet. Selanjutnya, yang termasuk dalam dampak positif yaitu seperti media sosial membantu mempermudah informasi. Seperti yang kita ketahui bahwa segala macam bentuk sosial media sangatlah membantu untuk kita mencari segala informasi, sehingga kita tidak perlu membaca koran atau melihat berita lagi di tv apabila kita sedang di perjalanan atau sedang tidak di rumah karena di internet sudah banyak informasi yang tertera

            Adapula solusi mengajar guru untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu merubah metode pembelajaran dalam dunia pendidikan yang ada saat ini. Yang paling mendasar adalah mengubah sifat dan pola pikir anak-anak zaman sekarang. Selanjutnya, sekolah harus bisa mengasah dan mengembangkan bakat seorang anak. Terakhir, institusi pendidikan tinggi seharusnya mampu mengubah model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan zaman ini. Selama ini, kebanyakan guru tidak terlalu memperhatikan apa yang terjadi di antara murid-muridnya. Sangat penting bahwa para guru memiliki pengetahuan dan ketrampilan mengenai pencegahan dan cara mengatasi bullying. Kurikulum sekolah dasar semestinya mengandung unsur pengembangan sikap prososial dan guru-guru memberikan penguatan pada penerapannya dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Sekolah sebaiknya mendukung kelompok-kelompok kegiatan agar diikuti oleh seluruh siswa. Selanjutnya sekolah menyediakan akses pengaduan atau forum dialog antara siswa dan sekolah, atau orang tua dan sekolah, dan membangun aturan sekolah dan sanksi yang jelas terhadap tindakan bullying.

 

Sumber :

https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20180904182901-284-327637/metode-pendidikan-baru-menghadapi-revolusi-industri-40

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑

Buat situs web Anda di WordPress.com
Memulai
%d blogger menyukai ini: